Pada awalnya Wayang Beber merupakan salah satu media yang digunakan untuk menyebarkan ajaran agama. Kisah kisah yang terkandung dalam Wayang Beber diangkat dari cerita seperti kisah Ramayana, Mahabarata, dan kisah yang terdapat pada relief candi. Tahun 1145 M, tepatnya pada zaman Parbu Suryawisesa Kerajaan Jenggala media Wayang Beber mulai khususnya Jawa adalah wayang. Cerita-cerita wayang bersumber pada epos Mahabrata dan Ramayana dalam bahasa Sansakerta yang berasal dari India. Setelah masuk ke Jawa kemudian disadur dan mendapatkan kreasi baru sesuai masyarakat setempat. Tradisi tersebut mendasari dan berperan besar dalam membentuk karakter dan eksistensi bangsa.

Wayang bisa menjadi media dakwah, Pendidikan, dan hiburan. Menurut Marina Puspitasari 2008:4 dalam (Anggoro, 2018) Di Indonesia mempunyai kurang dari 100 jenis wayang tumbuh dan berkembang. Wayang kulit Purwa berkembang pesat di Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Wayang golek Sunda berkembang di Jawa Barat, wayang Kulit Parwa di Bali.

Asale wayang miturut angitane Pakdhe Sariengat kabeh mau ya mung saka jawa sing uwis Banter lakune, Gentur tapane, Mateng semedine ing wusana kaparing apa ingkang dadi sedya ing wusana, pinaringan ing panyuwune, kinabulake sak laku jantrene kuwat lan kena kanggo tuntunan ing uripe ben kena diconto utawa tinuladha digugu reh perintahe, ing

Cerita wayang dapat mengajarkan manusia untuk hidup yang selaras, harmonis, dan bahagia (Gunarjo, 2011). Cerita wayang juga dijadikan sebagai materi ajar bagi siswa di sekolah. Cerita wayang yang sarat akan nilai moral dan etika membuat wayang dimasukkan sebagai salah satu materi dalam mata pelajaran Bahasa Jawa. Dalam Kamus Bahasa Sunda disebutkan bahwa wayang adalah boneka berbentuk manusia yang dibuat dari kulit atau kayu, dan lebih ditegaskan lagi pengertian wayang sama dengan sandiwara boneka.2 Dalam pengertian luas wayang bisa mengandung makna gambar, boneka tiruan manusia yang terbuat dari kulit, kardus, seng, mungkin kaca-serat (fibre-glass

Secara umum, berdasarkan waktu pementasannya, wayang kulit bali dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu wayang lemah dan wayang peteng. Pertunjukan wayang kulit umumnya melibatkan sekitar 3-15 orang yang meliputi: dalang, pengiring, dan jika diperlukan sepasang pembantu dalang . Sama seperti pertunjukan wayang kulit di Pulau Jawa, pemimpin

Wa9An.
  • jzl54mnz40.pages.dev/140
  • jzl54mnz40.pages.dev/39
  • jzl54mnz40.pages.dev/260
  • jzl54mnz40.pages.dev/329
  • jzl54mnz40.pages.dev/89
  • jzl54mnz40.pages.dev/87
  • jzl54mnz40.pages.dev/385
  • jzl54mnz40.pages.dev/109
  • jzl54mnz40.pages.dev/72
  • pengertian cerita wayang dalam bahasa jawa