Hinggapada tahun 1833 Kaum Adat berbalik menyerang Belanda bersama-sama dengan Kaum Padri untuk menjadi satu kekuatan. Kaum Adat dan Kaum Padri yang mulai berkompromi ini dimulai dengan adanya Plakat Puncak Pato yang menyetujui beberapa hal seperti "Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah" atau "adat yang berdasarkan agama, agama berdasarkan Kitabullah/Al-Qur'an".
Perlawananyang dilakukan oleh Kaum Padri cukup tangguh sehingga sangat menyulitkan Belanda untuk menundukkannya. Oleh sebab itu Belanda melalui residennya di Padang mengajak pemimpin Kaum Padri yang waktu itu telah dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol untuk berdamai dengan maklumat "Perjanjian Masang" pada tanggal 15 November 1825.
kepadanon-Muslim yang tidak memperlihatkan permusuhan mahupun penentangan terhadap Islam dan umatnya. Pendekatan ini selaras dengan keteladanan yang diperlihatkan oleh Rasulullah s.a.w.. Justeru, mahabbah dilihat mempunyai perkaitan yang begitu rapat dengan toleransi (tasamuh) yang memerlukan setiap individu untuk bersikap berlapang dada, rasional Perangterjadi dari tahun 1803 hingga 1821 nan melibatkan suku - suku di Sumatera pun ikut terkena imbasnya, tentu saja hasil dari peperangan tersebut hanyalah kerugian di antar kedua belah pihak. Belanda Ikut Campur dalam Perang Padri. Dalam biografi Imam Bonjol ini diceritakan bahwa pihak kerajaan nan termasuk di dalamnya kaum adat meminta A Semangat jihad membela agama B. Tindakan semena-mena portugis terhadap rakyat Aceh C. Perebutan jalur perdagangan di selat malaka D. Maraknya perompakan di Selat Malaka yang didukung Portugis. 17 Permusuhan yang melibatkan kaum Padri dengan kaum Adat disebabkan A. Persoalan ibadah haji B. Pemungutan pajak di masyarakat. C. PerangPadri adalah perang saudara yang terjadi akibat pertikaian antara dua kaum yaitu kaum Padri dan kaum Adat. Perang ini terjadi di Minangkabau, tepatnya di Kerajaan Pagaruyung, Sumatera Barat. Pertikaian ini berawal dari berpulangnya Haji Miskin, Haji Sumanik, dan Haji Piobang seusai menjalankan ibadah haji.
Kaumadat kemudian bergabung dengan kaum padri, (1) di bawah pimpinan Tuanku Imam. Bonjol. (2) Penyerbuan dimulai pada tahun 1821 terhadap pos-pos (3) pertahanan Belanda di. Semawang, Sulit. Air, (4) Sipinang, (5) dan tempat-tempat lainnya. 40. Penggunaan tanda baca yang tidak tepat ditandai dengan nomor .
oUPB.
  • jzl54mnz40.pages.dev/364
  • jzl54mnz40.pages.dev/344
  • jzl54mnz40.pages.dev/296
  • jzl54mnz40.pages.dev/234
  • jzl54mnz40.pages.dev/94
  • jzl54mnz40.pages.dev/106
  • jzl54mnz40.pages.dev/50
  • jzl54mnz40.pages.dev/95
  • jzl54mnz40.pages.dev/390
  • permusuhan yang melibatkan kaum padri dengan kaum adat disebabkan oleh